BAB 3
ZAT DAN WUJUDNYA

great-adventures.com
Perhatikan pemandangan yang
sangat indah ini. Kalian dapat melihat batu di gunung, air di rawa-rawa, dan
awan putih di langit yang cerah. Awan berasal dari uap air. Batu, air, dan awan
tersusun atas zat. Batu termasuk zat padat, air termasuk zat cair, dan uap air
termasuk gas. Apakah yang dimaksud dengan zat? Apakah perbedaan antara zat
padat, zat cair, dan gas?
Kata Kunci: massa
jenis, kohesi, adhesi, meniskus, kapilaritas, bejana berhubungan, tegangan permukaan.
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
|
3.
Memahami wujud zat dan perubahannya
|
Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari.
|
Pendahuluan
Semua benda di
alam terdiri atas zat atau materi. Manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan terdiri
atas zat atau materi. Setiap zat tersusun atas berjuta-juta partikel.
Berdasarkan partikel-partikel penyusunnya, ahli fisika dapat membedakan antara
zat padat, zat cair, dan gas.
Berdasarkan
teori partikel, ahli fisika juga dapat menjelaskan peristiwa fisika yang
terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari bab ini kalian dapat
menjawab beberapa pertanyaan berikut. Mengapa zat dapat berubah wujud? Mengapa
air raksa yang tumpah pada permukaan meja tidak membasahi meja? Mengapa nyamuk
dapat berjalan pada permukaan air?
Salah
satu sifat penting dari zat atau materi adalah massa jenis. Apakah yang dimaksud dengan massa jenis? Bagaimakah
cara menentukan massa
jenis zat padat dan zat cair? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyan ini, kalian
harus mempelajari bab ini dengan tekun.
Peta Konsep
![]() |
terdiri atas
sifat pentingnya
tersusun atas rumusnya
ada
menyebabkan dibedakan
menyebabkan
terdiri dari
A. Wujud Zat
Di sekitar tempat
tinggal kalian terdapat bermacam-macam benda. Beberapa benda seperti batu,
besi, gelas, dan kayu termasuk benda padat atau zat padat. Beberapa benda
seperti air, bensin, dan minyak tanah termasuk benda cair atau zat cair. Udara,
parfum, dan bahan pengisi balon termasuk gas. Jadi, ada tiga wujud zat, yaitu:
zat padat, zat cair, dan gas. Tiga wujud zat ini dapat berada pada satu benda,
misalnya sepeda motor. Rangka sepeda motor merupakan zat padat, bensin dan oli
merupakan zat cair, dan udara pengisi ban merupakan gas.
Setiap
benda, baik berwujud padat, cair, maupun gas, selalu memiliki massa dan menempati ruang. Dalam fisika, zat
didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Dalam Bab 1 kalian
telah mempelajari pengertian massa.
Seperti telah kalian pelajari, massa
adalah ukuran banyaknya zat yang terkandung pada benda.
Zat
padat, misalnya meja belajar, jelas memiliki massa dan di dalam ruang belajar memerlukan
ruang atau tempat tertentu. Zat cair, misalnya air, jelas memiliki massa dan memerlukan ruang
dalam gelas. Apakah gas juga memiliki massa
dan menempati ruang? Gas menempati ruang dapat dilihat pada balon yang ditiup
sehingga menggelembung. Bentuk balon yang menggelembung menunjukkan ada udara
di dalamnya. Artinya, udara menempati ruang dalam balon. Bagaimanakah membuktikan
gas memiliki massa?
Untuk membuktikan gas memiliki massa,
kalian dapat melakukan Kegiatan 3.1 di bawah ini.
|
Alat dan Bahan
1.
Sepotong lidi yang panjangnya kira-kira 50 cm.
2.
Dua buah balon sejenis yang berukuran sama.
3.
Benang.
Prosedur Percobaan
1.
Ikatlah lidi dengan benang di tengah-tengahnya dan
gantungkan di tempat tertentu. Usahakan lidi dalam keadaan setimbang (lidi
berada pada posisi mendatar).
2.
Tiuaplah kedua balon sampai berukuran sama besar.
Selanjutnya, kedua balon diletakkan pada kedua ujung lidi.
3.
Tusuklah salah satu balon dengan jarum sehingga kempes.
Apa yang terjadi? Apakah kesimpulan kalian?
Sifat-sifat Zat
Di
sekolah dasar kalian telah mempelajari sifat-sifat zat padat, zat cair, dan
gas. Sifat-sifat zat yang kalian pelajari dalam hubungannya dengan volume dan
bentuknya. Zat padat, misalnya balok, apabila ditempatkan dimana saja bentuk
dan volume selalu tetap. Jadi, sifat zat padat adalah bentuk dan volumenya
tetap (Gambar 3.1).

Gambar 3.1 Sifat zat
padat bentuk dan volumenya tetap.
Bagaimanakah
dengan sifat zat cair? Seperti telah kalian pelajari, volume zat cair selalu
tetap. Akan tetapi, bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. Jadi,
sifat zat cair adalah volumenya tetap tetapi bentuknya selalu berubah
bergantung pada bentuk bejana (Gambar 3.2).
Gambar 3.2 Sifat zat cair volumenya selalu tetap, tetapi
bentuknya selalu berubah bergantung pada bentuk bejana.
Bagaimanakah
dengan sifat gas? Apabila parfum disemprotkan pada salah satu sudut ruangan,
parfum itu akan segera mengisi seluruh ruangan. Hal ini dapat dibuktikan dengan
mudah. Kita dapat segera merasakan bau parfum, meskipun tidak berada di dekat
parfum yang disemprotkan. Jadi, sifat gas adalah volume berubah dan selalu
mengisi seluruh ruangan (Gambar 3.3).
Gambar 3.3 Sifat gas
adalah volume berubah dan selalu mengisi seluruh ruangan.
Kalian
telah mempelajari tiga wujud zat. Apakah wujud zat dapat berubah? Untuk
menjawab pertanyaan ini, kalian dapat melakukan Kegiatan 3.2 di bawah ini.
Perlu diketahui, Kegiatan 3.2 hanya dapat dilakukan pada siang hari saat terik
matahari.
|
Alat dan Bahan
1.
Piring atau bejana aluminium.
2.
Beberapa butir pecahan es balok.
Prosedur Percobaan
1.
Masukkan beberapa butir pecahan es balok ke dalam
piring atau bejana aluminium.
2.
Letakkan piring atau bejana aluminium di bawah sinar
matahari.
3.
Amati perubahan yang terjadi pada butiran-butiran es. Apa
yang terjadi?
4.
Setelah beberapa jam berlalu, apa yang terjadi? Apa
kesimpulan kalian?
Apabila
Kegiatan 3.2 berhasil dengan baik, kalian memperoleh hasil sebagai berikut.
Setelah dipanaskan di bawah cahaya matahari, es mencair. Artinya, es (wujud
padat) berubah menjadi air (wujud cair). Setelah beberapa jam berlalu, air
dalam bejana berkurang atau mungkin telah habis. Artinya, air (wujud cair)
telah berubah menjadi gas (uap).
Peristiwa perubahan wujud dari zat padat
menjadi gas dapat dijumpai pada kapur barus. Seperti diketahui, kapur barus
yang diletakkan di dalam lemari pakaian semakin lama akan semakin kecil, bahkan
habis. Sebagai gantinya, pakaian menjadi wangi. Hal ini menunjukkan bahwa kapur
barus (zat padat) berubah menjadi gas (uap). Gambar 3.4 menunjukkan diagram
perubahan wujud zat. Perlu diketahui, perubahan wujud yang arahnya ke atas
membutuhkan panas. Seperti pada Kegiatan 3.2: untuk meleburkan es dan
menguapkan dibutuhkan panas dari cahaya matahari. Sebaliknya, untuk perubahan
wujud yang arahnya ke bawah mengeluarkan panas. Berapakah besarnya panas yang
diperlukan untuk proses perubahan wujud? Jawaban atas pertanyaan ini dapat
diperoleh setelah kalian mempelajari Bab 4.


Gambar 3.4 Diagram
perubahan wujud.
Pertanyaan Diskusi
- Perhatikan Gambar 3.4. Apakah nama peristiwa perubahan gas menjadi padat?
- Sebutkan beberapa contoh peristiwa mengembun dalam kehidupan sehari-hari.

Selama ini kita mengenal tiga
macam wujud zat, yaitu: padat, cair, dan gas. Akan tetapi, ahli fisika
menyatakan bahwa sebenarnya ada empat wujud zat, yaitu: padat, cair, gas, dan
plasma. Apakah yang dimaksud dengan plasma? Nah, tugas kalian adalah membuat
karya tulis tentang plasma. Kalian dapat mencari informasi tentang plasma di
internet.
Teori Partikel Zat
Apakah partikel
itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, ambillah sebatang kapur tulis dan potonglah
menjadi dua bagian. Selanjutnya, potonglah salah satu potongan kapur tulis itu
menjadi dua bagian. Apabila pemotongan kapur tulis itu dilakukan terus-menerus,
maka suatu ketika kalian tidak dapat memotongnya lagi. Meskipun kalian sudah
tidak dapat memotong kapur tulis lagi, tetapi potongan terakhir ini masih
memiliki sifat-sifat kapur. Nah, bagian terakhir yang tidak dapat dipotong lagi
dan masih memiliki sifat-sifat kapur dikenal sebagai partikel.
Ketika
kalian membuka botol parfum, parfum menguap. Partikel-partikel parfum bergerak
ke segala arah dan memenuhi ruangan, sehingga kalian dapat mencium bau parfum.
Berdasarkan teori partikel, jumlah partikel parfum dalam wujud cair sama dengan
jumlah partikel parfum dalam wujud gas. Akan tetapi, setetes parfum baunya
dapat menyebar ke seluruh ruangan. Artinya, jarak antarpartikel gas lebih jauh
daripada jarak antarpartikel zat cair.
Ketika
kalian membuat teh manis, gula pasir berubah dari wujud padat ke wujud cair. Partikel-partikel
gula pasir menyebar ke seluruh cairan (air) dalam gelas sehingga air terasa
manis. Jumlah partikel gula pasir sebelum dilarutkan (wujud padat) dan setelah
dilarutkan sama besar. Artinya, jarak antarpartikel dalam zat cair lebih jauh
daripada jarak antara partikel zat padat.
Ukuran
partikel sangat kecil sehingga kalian tidak dapat melihat partikel secara
langsung. Kalian dapat melihat partikel-partikel itu apabila menggunakan alat
yang dinamakan mikroskop elektron. Bagian terkecil zat yang dinamakan partikel
sebagaimana diuraikan di atas sering disebut sebagai molekul. Jadi, partikel
atau molekul adalah bagian terkecil dari zat yang masih memiliki sifat-sifat
zat yang bersangkutan. Karena parfum baunya wangi, sehingga partikel-partikel
parfum juga berbau wangi. Gula rasanya manis, sehingga partikel-partikel juga
rasanya manis.
Bagaimanakah gerak
partikel-partikel zat? Robert Brown, seorang ahli botani berkebangsaan Inggris,
pada tahun 1827 telah mengamati gerak partikel zat dengan menggunakan mikroskop.
Ia menemukan bahwa partikel-partikel tepung sari di dalam air bergerak secara
acak (sembarang). Sesuai dengan nama penemunya, gerak partikel-partikel zat
dinamakan gerak Brown (Gambar 3.5).

Gambar 3.5 Gerak
Brown.
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jarak antarpartikel zat secara berurutan
dari dekat ke jauh berturut-turut adalah zat padat, zat cair, dan gas. Seperti
diketahui, contoh zat padat adalah pensil, uang logam, dan peniti. Zat padat
memiliki ciri penting, yaitu: bentuk dan volumenya tetap. Partikel-partikel zat
padat saling berdekatan dalam susunan yang teratur. Partikel-partikel ini
diikat oleh gaya
tarik-menarik antarpartikel itu sendiri. Partikel-partikel zat padat tidak dapat
bergerak bebas ke luar dari kedudukannya. Partikel-partikel zat padat hanya
bergetar di sekitar kedudukannya. Itulah sebabnya zat padat memiliki bentuk dan
volume tetap. Sifat-sifat zat padat bergantung pada cara penyusunan
partikel-partikelnya. Apabila susunan partikel-partikel zat padat memiliki pola
teratur dan berulang, maka zat padat itu dinamakan zat padat kristal. Contoh
zat padat kristal adalah kuasa (Gambar 3.6). Apabila susunan partikel-partikel
zat padat tidak memiliki pola teratur, maka zat padat itu dinamakan zat padat
amorf.

crystal-cure.com
Gambar 3.6 Kuarsa (quartz) adalah salah satu contoh zat
padat kristal.
Jarak
antarpartikel zat cair lebih renggang daripada jarak antarpartikel zat padat.
Partikel-partikel zat cair mudah berpindah tempat, sehingga zat cair tidak
memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat cair bergantung pada wadahnya. Gaya tarik-menarik antarpartikel dalam zat cair lebih
kecil daripada gaya
tarik-menarik antarpartikel dalam zat padat. Akibatnya, zat cair dapat
mengalir. Beberapa zat cair lebih mudah mengalir daripada yang lain. Hal ini
bergantung pada kekentalan zat cair yang bersangkutan. Misalnya, sirup lebih
kental daripada air.
Jarak
antarpartikel gas sangat renggang, sehingga gaya tarik-menarik antarpartikelnya
diabaikan. Gas dapat mengisi seluruh bejana (ruangan), tanpa memperhatikan
ukuran dan bentuk bejana. Oleh karena
itu, bentuk dan volume gas tidak tetap. Gambar 3.7 menunjukkan ilustrasi jarak
antarpartikel dalam zat padat, zat cair, dan gas.
Gambar 3.7 Ilustrasi
jarak antarpartikel dalam zat padat, zat cair, dan gas.
Bagaimanakah Teori
Partikel Dapat Menjelaskan Perubahan Wujud Zat?
Seperti diketahui
air dapat berada dalam wujud, yaitu: es (zat padat), air (zat cair), dan uap
air (gas). Bagaimanakah teori partikel dapat menjelaskan perubahan wujud zat?
Ketika
es dipanaskan, energi partikel-partikel es bertambah sehingga setiap partikel
dapat bergerak lebih cepat sehingga jarak antarpartikel semakin jauh. Pada suhu
tertentu, gaya
tarik-menarik yang mengikat partikel-partikel es sudah tidak mampu lagi menahan
gerak partikel sehingga partikel-partikelnya berpindah tempat. Pada saat itulah
es (zat padat) berubah wujud menjadi air (zat cair).
Hal
yang sama terjadi apabila air (zat cair) dipanaskan. Ketika air dipanaskan,
energi partikel-partikel air bertambah sehingga setiap partikel dapat bergerak
lebih cepat sehingga jarak antarpartikel semakin jauh. Pada suhu tertentu, gaya tarik-menarik yang
mengikat partikel-partikel air sudah tidak mampu lagi menahan partikel-partikel
air untuk tetap berada di tempatnya. Akibatnya, partikel-partikel air bebas
bergerak. Pada saat itulah air (zat cair) berubah wujud menjadi uap air (gas).
Apa
yang terjadi apabila air disimpan di lemari es? Ketika air disimpan di lemari
es, suhu air menurun sehingga sehingga partikel-partikelnya bergerak semakin
lembat dan jarak antarpartikelnya semakin dekat. Akibatnya, gaya tarik antarpartikel semakin kuat. Pada
suhu tertentu, gaya
tarik antarpartikel ini sangat kuat sehingga partikel-partikelnya sudah tidak
mampu lagi untuk melepaskan diri. Pada saat itulah air (zat cair) berubah wujud
menjadi es (zat padat).
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan wujud terjadi apabila ada
perubahan gerak partikel-partikel sehingga menyebabkan jarak antarpartikel
berubah.
Kohesi dan Adhesi
Kalian telah
mempelajari gaya
tarik-menarik antarpartikel zat. Gaya
tarik-menarik antarpartikel ini dibedakan menjadi dua, yaitu: kohesi dan
adhesi. Kohesi adalah gaya
tarik-menarik antarpartikel zat yang sejenis. Adhesi adalah gaya tarik-menarik antarpartikel zat yang
tidak sejenis.
Dalam
kehidupan sehari-hari, peristiwa apa yang dapat dijelaskan dengan kohesi dan
adhesi? Masukkan air ke dalam bejana gelas. Amati permukaan air dari samping
gelas. Apa yang dapat kalian amati? Tampak bahwa permukaan air tidak datar,
tetapi sedikit melengkung ke bawah pada bagian yang bersentuhan dengan dinding
gelas (Gambar 3.8a). Kelengkungan permukaan zat cair ini dinamakan meniskus.

(a) (b)
Gambar 3.8 Meniskus
pada permukaan zat cair: (a) air membentuk meniskus cekung dan (b) raksa
membentuk meniskus cembung.
Ada dua macam meniskus,
yaitu meniskus cekung dan meniskus cembung. Permukaan air dalam bejana gelas
membentuk meniskus cekung (Gambar 3.8a). Sebaliknya, permukaan raksa dalam
bejana gelas membentuk meniskus cembung. Mengapa permukaan air membentuk
meniskus cekung, sedangkan permukaan raksa membentuk meniskus cembung? Hal ini
dapat dijelaskan dengan menggunakan gaya
tarik-menarik antarpartikel. Untuk air yang berada dalam bejana gelas, kohesi
antarpartikel air lebih kecil daripada adhesi antarpartikel air dan kaca.
Akibatnya, permukaan air dalam bejana gelas membentuk meniskus cekung. Zat cair
yang memiliki meniskus cekung selalu membasahi dinding bejana. Jadi, air selalu
membasahi dinding kaca. Untuk raksa yang berada dalam bejana gelas, kohesi
antarpartikel raksa lebih besar daripada adhesi antarpartikel raksa dan kaca.
Akibatnya, permukaan raksa dalam bejana gelas membentuk meniskus cembung. Zat
cair yang memiliki meniskus cembung tidak membasahi dinding bejana. Jadi, raksa
tidak membasahi dinding kaca. Sifat raksa yang tidak membasahi dinding kaca
merupakan salah satu alasan mengapa raksa digunakan sebagai bahan pengisi
termometer. Sifat raksa yang mengkilap serta tidak membasahi dinding kaca
menyebabkan skala suhu termometer dapat dibaca dengan mudah.
Kapilaritas
Di sekolah dasar
kalian telah mempelajari azas bejana berhubungan. Azas ini menyatakan, apabila
bejana berhubungan diisi dengan zat cair sejenis maka permukaan zat cair dalam
bejana selalu memiliki tinggi permukaan yang sama. Gambar 3.9 menunjukkan
bejana berhubungan yang diisi dengan air. Perhatikan bahwa permukaan air pada
kaki-kaki bejana berhubungan memiliki ketinggian yang sama.
Gambar 3.9 Bejana berhubungan
yang diisi dengan zat cair sejenis selalu memiliki tinggi permukaan yang sama.
Apakah
azas bejana berhubungan tetap berlaku apabila kaki-kaki bejana berhubungan
diganti dengan pipa kapiler? Pipa kapiler adalah pipa yang garis tengah
penampangnya sangat kecil. Untuk menjawab pertanyaan ini kalian dapat melakukan
Kegiatan 3.3.
|
Alat dan Bahan
- Sebuah bejana untuk wadah zat cair.
- Pipa kapiler.
- Air dan raksa secukupnya.
Prosedur Percobaan
- Isilah bejana dengan air. Masukkan salah satu ujung pip kapiler secara tegak lurus ke dalam air.
- Amati dengan teliti permukaan air dalam pipa kapiler. Bandingkan dengan permukaan air dalam bejana.
- Ulangi langkah (1) dan (2) untuk bejana yang berisi raksa.
Kesimpulan
Setelah melakukan pengamatan
dengan teliti, apakah kesimpulan kalian?
Gambar
3.10a menunjukkan permukaan air (meniskus cekung) dalam pipa kapiler lebih
tinggi daripada permukaan air dalam bejana. Jadi, permukaan zat cair dengan
meniskus cekung naik dalam pipa kapiler. Semakin kecil lubang pipa kapiler,
semakin tinggi naiknya permukaan air dalam pipa kapiler.
Gambar
3.10b menunjukkan permukaan raksa (meniskus cembung) dalam pipa kapiler lebih
rendah daripada permukaan raksa dalam bejana. Jadi, permukaan zat cair dengan
meniskus cembung turun dalam pipa kapiler. Semakin kecil lubang pipa kapiler,
semakin rendah turunnya permukaan raksa dalam pipa kapiler.

(a)
(b)
Gambar 3.10 (a) Air
dan (b) raksa dalam pipa kapiler.
Berdasarkan
Gambar 3.10 dapat disimpulkan bahwa azas bejana berhubungan tidak berlaku
apabila salah satu kaki bejana berhubungan berupa pipa kapiler. Peristiwa naik
atau turunnya zat cair dalam pipa kapiler dinamakan kapilaritas. Apakah
penyebab terjadinya kapilaritas? Kapilaritas terjadi karena adanya kohesi dan
adhesi. Apabila adhesi lebih besar daripada kohesi, zat cair naik dalam pipa
kapiler. Sebaliknya, apabila adhesi lebih kecil daripada kohesi, zat cair turun
dalam pipa kapiler.
Kapilaritas
atau gejala kapiler sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa
naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor merupakan salah satu contoh gejala
kapilaritas. Seperti diketahui, bagian bawah sumbu kompor tercelup dalam minyak
tanah. Dengan adanya kapilaritas minyak dapat meresap pada sumbu kompor
sehingga membasahi seluruh sumbu. Akibatnya, apabila dibakar sumbu kompor dapat
menyala karena telah mengandung minyak. Jadi, sumbu kompor dapat berfungsi
sebagai pipa-pipa kapiler.
Kapilaritas
juga memegang peranan penting bagi tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya. Proses pengisapan air dari dalam tanah pada tumbuhan
juga dapat dijelaskan berdasarkan konsep kapilaritas. Gejala kapiler
menyebabkan air dapat naik dari akar ke daun melalui pembuluh kayu dalam
batang. Oleh karena itu, pembuluh kayu berfungsi sebagai pipa kapiler.
Pertanyaan Diskusi
- Sebutkan beberapa contoh gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari.
- Pada waktu musim hujan tembok rumah bagian bawah menjadi lembab sehingga menimbulkan kerusakan cat tembok, sebab cat tembok menjadi mudah terkelupas. Bagaimanakah peristiwa ini dapat dijelaskan berdasarkan konsep kapilaritas?
Tegangan Permukaan
Gambar 3.11
menunjukkan beberapa peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari:
setetes embun yang berbentuk bola di ujung daun, serangga dapat berjalan pada
permukaan air, dan penjepit kertas dapat terapung pada permukaan air.

www.edupic.net
(a)

www.nsf.gov webelements.com
(b) (c)
Gambar 3.11 (a) Setetes embun
yang berbentuk bola di ujung daun. (b) Serangga dapat berjalan pada permukaan
air. (c) Penjepit kertas dapat terapung pada permukaan air.
Bagaimanakah
peristiwa-peristiwa di atas dapat dijelaskan? Untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa
di atas kalian harus mengetahui pengertian tegangan permukaan zat cair. Perlu
diketahui, permukaan zat cair sebenarnya memiliki kecenderungan selalu dalam
keadaan teregang sehingga permukaan zat cair seolah-olah memiliki selaput. Nah,
selaput inilah yang “menahan” benda-benda (nyamuk dan penjepit kertas) sehingga
tidak tenggelam. Di samping cenderung teregang, zat cair juga memiliki
kecenderungan menyusut untuk membentuk luas permukaan yang
sekecil-kecilnya. Setetes zat cair
selalu berbentuk bulatan karena bentuk bola memiliki luas permukaan yang paling
kecil jika dibandingkan dengan bentuk bangun lain.
Bagaimanakah
tegangan permukaan dijelaskan dengan teori partikel? Kemampuan zat cair dalam
menahan benda-benda kecil seperti serangga, penjepit kertas, dan silet dapat
dijelaskan dengan menggunakan konsep gaya
kohesi di antara molekul-molekul zat cair. Gambar 3.12 menunjukkan molekul A terletak di dalam zat cair. Molekul A ditarik oleh molekul-molekul yang ada
di samping, di atas, dan di bawah sehingga jumlah gaya-gaya kohesi sama dengan
nol. Molekul B yang berada di
permukaan zat cair ditarik oleh molekul-molekul yang ada di samping dan di
bawahnya. Molekul B tidak ditarik
oleh molekul-molekul di atasnya. Jadi, berbeda dengan molekul A, jumlah gaya-gaya kohesi pada molekul B tidak sama dengan nol. Akibatnya,
permukaan zat cair cenderung menyusut dan membentuk luas permukaan yang
sekecil-kecilnya.
![]() |
B
chem1.com
Gambar 3.12 Konsep
kohesi untuk menjelaskan tegangan permukaan.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tegangan permukaan zat cair dipengaruhi oleh suhu.
Apabila suhu zat cair semakin tinggi, tegangan permukaan air semakin rendah.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin rendah tegangan permukaan zat
cair, semakin besar kemampuan zat cair untuk membasahi benda.
|
Alat dan Bahan
- Kertas karton secukupnya.
- Gunting
- Mistar
- Lem
Pekerjaan
Buatlah tiga bangun yang berbentuk balok, kubus, dan bola
masing-masing volumneya 1.000 cm3. Bagun manakah yang membutuhkan
bahan paling sedikit?
Seperti telah dijelaskan di atas,
semakin tinggi suhu air menyebabkan tegangan permukaan air semakin rendah.
Mencuci pakaian dengan air hangat akan menghasilkan cucian yang lebih bersih
daripada mencuci pakaian dengan air dingin. Mengapa? Sebab mencuci pakaian
dengan air hangat menyebabkan kotoran pakaian mudah larut dalam air. Sabun dan
deterjen mengandung zat kimia yang berfungsi
untuk menurunkan tegangan tegangan permukaan air. Oleh karena itu, mencuci
pakaian dengan deterjen dapat menghasilkan cucian yang lebih bersih. Zat yang
mampu menurunkan tegangan permukaan zat cair dinamakan surfaktans.
Pertanyaan Diskusi
Seekor bebek dapat terapung pada
permukan air karena bulunya mengandung lapisan lemak. Bagaimanakah tegangan
permukaan dapat naik sehingga memungkinkan bebek dapat terapung?
B. Massa Jenis
Dalam kehidupan
sehari-hari kalian sering mendengar ungkapan bahwa besi “lebih berat” daripada
kayu. Ungkapan ini tidak benar, karena sepotong kayu yang besar memiliki berat
yang lebih besar daripada paku besi. Ungkapan yang benar adalah massa jenis besi lebih besar daripada massa jenis kayu. Apakah yang dimaksud dengan
massa jenis?
Untuk mengetahui pengertian massa
jenis, kalian dapat melakukan Kegiatan 3.4 di bawah ini.
|
Alat dan Bahan
- Timbangan
- Penggaris
- Empat buah balok kayu sejenis dengan ukuran yang berbeda (Gambar 3.13).

Gambar 3.13 Balok-balok
kayu sejenis dengan ukuran yang berbeda-beda.
Prosedur Percobaan
- Ukurlah panjang, lebar, dan tinggi setiap balok,
kemudian hitunglah volumenya dengan menggunakan rumus
Catatlah hasilnya dalam tabel pengamatan. - Ukurlah massa setiap balok dengan timbangan. Catatlah hasilnya dalam tabel pengamatan.
- Untuk masing-masing balok, hitunglah massa dibagi volumenya. Catatlah hasilnya dalam tabel pengamatan.
- Perhatikan hasil perhitungan pada langkah (3) untuk setiap balok. Apakah kesimpulan kalian?
Tabel Pengamatan
|
Balok
|
Panjang (cm)
|
Lebar (cm)
|
Tinggi (cm)
|
Volume (cm3)
|
Massa (g)
|
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
Tampak bahwa meskipun massa dan volumenya berbeda, tetapi hasil dari massa dibagi volume selalu
tetap. Hasil bagi antara massa dan volume suatu
benda dinamakan massa
jenis. Massa
jenis merupakan salah satu ciri khas suatu zat. Artinya, zat yang massa jenisnya berbeda
pasti berasal dari jenis zat yang berbeda. Untuk menunjukkan bahwa zat yang
berbeda pasti memiliki massa
jenis yang berbeda, kalian dapat melakukan Kegiatan 3.5 di bawah ini.
|
Alat dan Bahan
1. Timbangan
2.
Empat balok
yang terbuat dari bahan yang berbeda: aluminium, besi, kuningan, dan kayu.
Prosedur Percobaan
1. Ukurlah massa
setiap balok dengan timbangan. Catatlah hasilnya dalam tabel pengamatan.
- urlah panjang, lebar, dan tinggi setiap balok,
kemudian hitunglah volumenya dengan menggunakan rumus
Catatlah hasilnya dalam tabel pengamatan. - Untuk masing-masing balok, hitunglah massa jenisnya yaitu massa dibagi volume. Catatlah hasilnya dalam tabel pengamatan.
Tabel Pengamatan
|
Balok
|
Panjang (cm)
|
Lebar (cm)
|
Tinggi (cm)
|
Volume (cm3)
|
Massa (g)
|
|
|
aluminium
|
|
|
|
|
|
|
|
besi
|
|
|
|
|
|
|
|
kuningan
|
|
|
|
|
|
|
|
kayu
|
|
|
|
|
|
|
Kesimpulan
Tentukan bahan yang
memiliki massa
jenis paling kecil dan paling besar.
Untuk menyatakan massa
jenis biasanya digunakan simbol huruf Yunani r (dibaca: “rho”). Jika
benda massanya m dan volumenya V, maka massa jenis benda itu dapat dihitung dengan
rumus:
Dalam satuan SI massa
diukur dengan satuan kilogram (kg), sedangkan volume diukur dengan satuan meter
kubik (m3). Dengan demikian,
Jadi, satuan massa jenis dalam satuan
SI adalah kg/m3. Massa
jenis juga dapat dinyatakan dengan satuan g/cm3 atau g/mL. Ingat, 1
cm3 = 1 mL sehingga 1 g/cm3
= 1 g/mL.
Dalam perhitungan kita sering perlu mengubah satuan g/cm3
atau g/mL menjadi satuan kg/m3 atau sebaliknya. Bagaimanakah caranya?
Pehatikan langkah-langkah di bawah ini.

Jadi,
1 g/cm3 = 1.000 kg/m3.
Sebaliknya,
Tabel 3.1 menunjukkan massa jenis beberapa zat.
Benda-benda yang memiliki massa jenis lebih
kecil daripada massa
jenis air akan terapung pada permukaan air. Jadi, es dan kayu terapung pada
permukaan air.
Tabel 3.1 Massa Jenis Beberapa Zat
|
Bahan
|
Massa Jenis (kg/m3)
|
|
Padat
|
|
|
Aluminium
|
2.700
|
|
Besi dan Baja
|
7.800
|
|
Tembaga
|
8.900
|
|
Timbal
|
11.300
|
|
Emas
|
19.300
|
|
Beton
|
2.300
|
|
Granit
|
2.700
|
|
Kayu
|
300-900
|
|
Kaca
|
2.400-2.800
|
|
Es
|
920
|
|
Cair
|
|
|
Air (4oC)
|
1.000
|
|
Darah, plasma
|
1.030
|
|
Darah, seluruhnya
|
1.050
|
|
Air laut
|
1.025
|
|
Raksa
|
13.600
|
|
Alkohol, Alkil
|
790
|
|
Bensin
|
680
|
|
Gas
|
|
|
Udara
|
1,29
|
|
Helium
|
0,179
|
|
Karbondioksida
|
1,98
|
|
Uap air (100oC)
|
0,598
|
Contoh Soal
(a)
Massa
jenis suatu zat adalah 6,5 g/cm3. Berapakah massa jenis zat tersebut dalam satuan kg/m3?
(b)
Massa
jenis aluminium adalah 2.700 kg/m3. Berapakah massa jenis aluminium dalam satuan g/cm3?
Penyelesaian
(a)
Massa
jenis 
(b)
Massa
jenis 
Contoh Soal
Massa
sebuah balok tembaga adalah 890 g. Apabila massa jenis tembaga 8,9 g/cm3,
berapakah volume tembaga?
Penyelesaian
Massa tembaga :
m = 890 g
Massa jenis tembaga : 
Dengan menggunakan
Persamaan (3-1), diperoleh
atau
Contoh Soal
Hitunglah massa udara dalam
ruang tamu yang berukuran 5 m ´ 4 m, jika tinggi langit-langit 3 m. Massa jenis udara r =
1,29 kg/m3.
Penyelesaian
Volume
ruang tamu : V = p ´ l ´ t = (5 m) ´ (4 m) ´ (3 m) = 60 m3.
Massa jenis udara : r = 1,29 kg/m3
Dengan menggunakan
Persamaan (3-1), diperoleh
atau
Latihan
1.
Sebuah emas batangan berukuran 70 cm ´ 30
cm ´
20 cm. Berapakah massa emas tersebut? Massa
jenis emas 19.300 kg/m3.
2.
Sebuah akuarium alasnya berbentuk persegi dengan ukuran
0,40 m ´
0,20 m dan tinggi 0,20 m. Apabila akuarium itu diisi air sampai kedalaman 0,15
m, (a) berapakah volume air dalam akuarium? (b) Berapakah massa air dalam akuarium? (massa jenis air 1 g/cm3)
3.
Hitunglah massa sebatang
baja yang volumenya 150 cm3 (massa
jenis baja 7.800 kg/m3)
Bagaimanakah Cara Menentukan Massa
Jenis Zat?
Massa
jenis suatu zat dirumuskan sebagai massa
dibagi volumenya. Jadi, untuk menentukan massa
jenis suatu zat cukup mengukur massa
dan volumenya. Untuk benda padat yang bentuknya teratur volumenya dapat
dihitung dengan menggunakan rumus, sedangkan massanya dapat diukur dengan
neraca atau timbangan. Untuk benda padat yang bentuknya tidak teratur volumenya
dapat diukur dengan menggunakan gelas ukur, sedangkan massanya dapat diukur
dengan neraca atau timbangan. Untuk menentukan massa jenis zat cair, volumenya dapat diukur
dengan menggunakan gelas ukur, sedangkan massanya dapat diukur dengan neraca
atau timbangan.
|
Alat dan Bahan
1.
Neraca atau timbangan
2.
Gelas ukur
3.
Batu
Prosedur Percobaan
1.
Ukurlah massa
batu dengan menggunakan neraca atau timbangan. Catatlah hasil pengukuran massa batu.
2.
Ukurlah volume batu dengan menggunakan gelas ukur.
Catatlah hasil pengukuran volume batu.
3.
Hitunglah massa
jenis batu dengan menggunakan rumus
dengan r massa jenis batu, m
massa batu, dan
V volume batu.
4.
Berapakah massa
jenis batu yang kalian peroleh?
|
Alat dan Bahan
1.
Neraca atau timbangan
2.
Gelas ukur
3.
Tabung gelas
4.
Zat cair, misalnya minyak tanah
Prosedur Percobaan
1.
Ukurlah massa
gelas ukur dengan menggunakan neraca atau timbangan. Catatlah hasil pengukuran
gelas ukur, misalnya m1.
2.
Masukkan minyak tanah ke dalam gelas ukur dan catatlah
volumenya, misalnya V. Selanjutnya,
ukurlah massa gelas
ukur yang telah diisi minyak tanah dengan menggunakan neraca. Catatlah hasil
pengukuran massa
gelas ukur beserta minyak tanah, misalnya m2.
3.
Hitunglah massa
minyak tanah, yaitu m = m2 – m1.
4.
Hitunglah massa
jenis minyak tanah dengan menggunakan rumus
dengan r massa jenis minyak tanah, m massa
minyak tanah, dan V volume minyak
tanah.
5.
Berapakah massa
jenis minyak tanah yang kalian peroleh?
|
Pengetahuan tentang massa jenis sangat berguna
untuk memilih bahan yang dibutuhkan untuk berbagai kepentingan. Aluminium
dipilih sebagai bahan logam pembuat pesawat terbang karena aluminium merupakan
salah satu logam yang sangat kuat dan massanya ringan. Gas helium memiliki massa jenis kecil, lebih kecil daripada massa jenis udara, sehingga gas helium
dipilih untuk mengisi balon udara.
RANGKUMAN
Ø
Ada
tiga wujud zat: padat, cair, dan gas. Sifat zat padat: bentuk dan volumenya
tetap. Sifat zat cair: volumenya tetap, bentuknya mengikuti wadahnya. Sifat
gas: volumenya berubah dan selalu mengisi seluruh ruangan.
Ø
Partikel atau molekul adalah bagian terkecil
dari zat yang masih memiliki sifat-sifat zat yang bersangkutan.
Ø
Perubahan wujud terjadi apabila ada perubahan
gerak partikel-partikel sehingga menyebabkan jarak antarpartikel berubah.
Ø
Kohesi adalah gaya tarik-menarik antarpartikel zat yang
sejenis. Adhesi adalah gaya
tarik-menarik antarpartikel zat yang tidak sejenis.
Ø
Kelengkungan permukaan zat cair dinamakan meniskus.
Ø
Untuk air yang berada dalam bejana gelas, kohesi
antarpartikel air lebih kecil daripada adhesi antarpartikel air dan kaca.
Akibatnya, permukaan air dalam bejana gelas membentuk meniskus cekung. Zat cair
yang memiliki meniskus cekung selalu membasahi dinding bejana.
Ø
Untuk
raksa yang berada dalam bejana gelas, kohesi antarpartikel raksa lebih besar
daripada adhesi antarpartikel raksa dan kaca. Akibatnya, permukaan raksa dalam
bejana gelas membentuk meniskus cembung. Zat cair yang memiliki meniskus
cembung tidak membasahi dinding bejana.
Ø
Peristiwa naik atau turunnya zat cair dalam pipa
kapiler dinamakan kapilaritas.
Ø
Tegangan permukaan disebabkan oleh gaya kohesi antarpartikel
zat cair.
Ø
Salah satu sifat penting zat adalah massa jenis yang didefinisikan sebagai hasil bagi antara massa dan volume. Rumus massa jenis adalah
dengan
adalah massa jenis (g/cm3), m adalah massa
(g), dan V adalah volume (cm3).
Dalam SI satuan massa
jenis adalah kg/m3.
SOAL-SOAL
A. Pilihan Ganda
Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang tepat!
- Pernyataan berikut menunjukkan sifat-sifat umum zat, kecuali:
A. massa C. massa jenis
B. volume D.
mudah terbakar
- Zat yang memiliki bentuk dan volume tetap adalah ….
A.
zat padat C.
plasma
B.
zat cair D.
gas
- Sebuah ruangan berukuran panjang 4 m, lebar 2,5 m, dan tinggi 2 m. Jika massa jenis udara 1,3 kg/m3, maka massa udara dalam ruangan tersebut adalah ….
A. 3,8
kg C. 15 kg
B. 6,5
kg D. 26 kg
- Gambar 3.?? menunjukkan tiga balok dengan massa dan ukuran yang berbeda. Dari pernyataan berikut, manakah yang benar?

16000 kg
4000 kg
1000 kg
2 m
1 m 2 m
1 m 1 m
2 m
1 m 2
m 2 m
(a) (b) (c)
A.
Massa
jenis balok (a) dan (b) sama besar.
B.
Ketiga balok memiliki massa jenis yang sama.
C.
Ketiga balok memiliki massa jenis yang berbeda.
D.
Massa jenis balok (c)
dua kali massa
jenis balok (a) dan (b).
- Sebuah gelas ukur diisi air sampai 8 cm3. Sebuah benda dengan massa 24 g dimasukkan ke dalam gelas ukur tersebut. Apabila massa jenis benda 8 g/cm3, angka yang ditunjukkan oleh gelas ukur sekarang adalah ….
A.
8,3 cm3 C. 32 cm3
B.
11 cm3 D.
40 cm3
- Massa jenis besi adalah 7,9 g/cm3. Dalam satuan SI, massa jenis besi adalah … kg/m3.
A. 0,79 C. 790
B. 79 D. 7.900
- Alkohol termasuk zat cair, sebab ….
A.
bentuk dan volumenya tetap
B.
bentuk dan volumenya tidak tetap
C.
bentuknya tetap, tetapi volumenya tidak tetap
D.
bentuknya tidak tetap, tetapi volumenya tetap
- Salah satu sifat zat padat adalah ….
A.
gaya
adhesi antarpartikel sangat kuat
B.
partikel-partikelnya dapat bergerak bebas
C.
gaya
tarik-menarik antarpartikel sangat lemah
D.
partikel-partikelnya berdekatan dan tersusun secara
teratur
- Proses perubahan zat padat menjadi zat cair dinamakan ….
A.
mengembun C.
melebur
B.
menyublim D.
menguap
- Nyamuk dapat berjalan pada permukaan air karena ….
A.
kohesi partikel-partikel air lebih besar daripada
adhesi antara partikel air dan nyamuk
B.
massa jenis nyamuk lebih
kecil daripada massa
jenis air
C.
berat jenis nyamuk lebih kecil daripada berat jenis air
D.
tegangan permukaan air
- Pernyataan di bawah ini adalah beberapa peristiwa yang terjadi akibat tegangan permukaan, kecuali:
A. tetesan
air yang keluar dari pipet selalu berbentuk bola
B. jarum
dapat mengapung pada permukaan air
C. kapal
dapat mengapung pada permukaan laut
D. silet
dapat mengapung pada permukaan air
- Sebuah gelas ukur diisi air hingga volumenya 5 mL. Apa yang terjadi apabila ke dalam gelas ukur itu ditambahkan air sehingga volumenya menjadi 10 mL?
A. Massa air bertambah, massa
jenis air tetap.
B. Massa air tetap, massa
jenis air bertambah.
C. Massa air bertambah, massa
jenis air bertambah.
D. Massa air bertambah, massa
jenis air berkurang.
- Zat cair bahan pengisi termometer tidak membasahi dinding karena ….
A. meniskusnya
cembung C. massa jenisnya kecil
B. bahannya
mengkilap D. volumenya
tetap
- Keadaan zat di alam semesta kebanyakan berbentuk ….
A.
plasma C.
cair
B.
padat D.
gas
- Empat zat cair A, B, C, dan D memiliki massa jenis berturut-turut 1 g/cm3, 0,8 g/cm3, 0,6 g/cm3, dan 1,2 g/cm3. Apabila keempat zat cair itu ditempatkan di dalam bejana yang sama, urutan lapisan zat cair dari atas ke bawah berturut-turut adalah ….
A.
D, A, B, C C.
C, B, A, D
B.
B, C, A, D D.
D, C, B, A
B. Uraian
Petunjuk: Kerjakan soal-soal di
bawah ini!
Tingkat I
Wujud Zat
- Jelaskan sifat-sifat zat padat, zat cair, dan gas.
- Jelaskan istilah-istilah berikut ini: (a) meniskus, (b) kohesi, dan (c) kapilaritas.
- Apakah yang dimaksud dengan kapilaritas? Jelaskan.
- Jelaskan perbedaan antara meniskus cekung dan meniskus cembung.
- Sebutkan beberapa peristiwa yang disebabkan karena tegangan permukaan zat cair.
Massa Jenis
- Raksa memiliki massa jenis 13,6 g/cm3. Jelaskan pengertian atas pernyataan tersebut.
- Sebuah balok kayu dengan massa 120 g berukuran 6 cm × 4 cm × 2 cm. Berapakah massa jenis balok kayu tersebut? Nyatakan jawaban kalian dalam satuan (a) g/cm3 dan (b) kg/m3.
- Isilah titik-titik pada tabel di bawah ini.
|
No.
|
Nama Bahan
|
Massa (g)
|
Volume (cm3)
|
Massa Jenis (g/cm3)
|
|
1
|
Alkohol
|
16
|
20
|
…
|
|
2
|
Raksa
|
…
|
12
|
13,6
|
|
3
|
Besi
|
250
|
…
|
7,9
|
|
4
|
Kuningan
|
…
|
200
|
8,4
|
- Sebuah balon udara dengan volume 150 m3 berisi gas helium yang memiliki massa jenis 0,09 kg/m3. Berapakah massa udara dalam balon?
- Seorang siswa peserta olimpiade sains diminta menganalisis berbagai bahan yang massa jenisnya berbeda-beda, sebagaimana ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
|
No.
|
Nama Bahan
|
Massa Jenis (g/cm3)
|
Massa (g)
|
|
1
|
P
|
8
|
60
|
|
2
|
Q
|
6
|
160
|
|
3
|
R
|
5
|
140
|
|
4
|
S
|
9
|
180
|
Bahan manakah yang memiliki volume paling
kecil?
Tingkat II
11. Seorang
pedagang emas membeli sepotong logam kuningan mirip emas berbentuk segi empat
dengan ukuran 30 mm × 15 mm × 5 mm serta memiliki massa 0,016 kg. Massa jenis emas 19,3 g/cm3. Berapakah
massa jenis
logam tersebut? Apakah pedagang emas itu tertipu?
12. Seorang
penculik meminta logam platina (massa jenis
21.400 kg/m3) berbentuk kubus dengan massa 40 kg sebagai tebusan. Berapakah
panjang sisi platina itu?
13. Hitunglah
massa jenis dari tiga bahan berikut: Bahan A (massa 15 g, volume 2 cm3), Bahan B (massa 200 g, volume 80 mL), dan Bahan C (massa 1,8 kg, volume 0,2 L). Bahan manakah
yang memiliki massa
jenis (a) paling besar dan (b) paling kecil?
14. Sebuah
botol 200 mL diisi air sampai penuh pada suhu 4oC. Massa jenis air pada suhu 4oC
adalah 1 g/cm3. Apabila air dipanaskan sampai 80oC, air
sebanyak 6 g tumpah. Berapakah massa
jenis air pada suhu 80oC?
15. Sebuah
botol kecil yang digunakan untuk mengukur massa
jenis zat cair, namanya pyconmeter, mempunyai massa 22,7 g. Apabila botol ini diisi air,
massanya totalnya menjadi 153,4 g. Apabila botol ini diisi suhu, massa totalnya
menjadi 157,7 g. Berapakah massa jenis susu?

